04 Februari, 2010

TAUSIYAH: Barangsiapa memusuhi Waliyullah, maka Allah SWT telah mengumumkan perang padanya

Tidaklah dikatakan sedikit sebuah perbuatan yang disertai dengan ketakwaan dan jika diberi kekayaan janganlah tercegah ketakwaan karenanya. Sesungguhnya Allah telah melindungi wali-wali-Nya dari hal yang diharamkan-Nya dan menetapkan kedalam hati mereka rasa takut kepada-Nya, sehingga mereka tidak tidur dimalam hari dan haus disiang hari, mereka memperoleh kenikmatan dengan penderitaan dan mereka menganggap kematian sebagai hal yang dekat, maka merekapun bergegas mengerjakan ama-amal.



Mereka adalah orang yang bertakwa dengan ketakwaan orang yang berakal dengan menyibukkan hatinya dengan tafakur, yang ketakutannya telah meletihkan tubuhnya, tahajjud telah menjadikannya terjaga dari sebagian besar waktu tidurnya, bila mendengar ayat-ayat Allah hatinya menjadi khusyu, bila melakukan dosa mereka terus mengakui, bila ditakut-takuti dengan siksa Allah mereka segera beramal, bila dinasehati mereka cepat sadar, bila diyakinkan hatinya mereka makin bertambah baik dan bila diingatkan mereka menjadi waspada.



Jangan sekali-kali kalian menghendaki dunia sekalipun dunia itu menghendaki kalian, dan jangan pula kalian menyesali sesuatu dari dunia ini yang terlewat dari kalian. Katakanlah yang benar dan beramallah demi mengharapkan pahala dari-Nya.



Jadilah kalian musuh bagi orang-orang yang zalim dan penolong bagi bagi yang di zalimi. Sebagian orang telah mendahului orang-orang lain memasuki Surga ’Adn dan mereka ini bukanlah orang-orang yang paling banyak shalatnya, puasanya, hajinya dan umrahnya, akan tetapi mereka ini memahami tentang urusan-urusan-Nya, maka menjadi baiklah mereka, lurus ke wara’-an mereka dan sempurna keyakinan mereka.



Mereka memandang dunia secara bathin ketika orang-orang memandang lahiriahnya. Mereka mematikan kesenangan dunia karena mereka khawatir dunia akan mematikan mereka. Beruntunglah mereka pada hari kebangkitan dengan puas akan rezeki yang sekedar mencukupinya dan ridho terhadap ketetapan-Nya, keyakinan berkilau diwajah mereka, yang menyebabkan orang-orang aman dari kejahatannya, dan bersabar dalam hari-hari yang pendek didunia demi kesenangan yang panjang di akhirat. (Ali bin Abi Thalib r.a)



Rasulullah Saw bersabda: Firman Allah SWT: Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka sungguh Aku telah mengumumkan perang padanya, dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada menjalankan kewajiban-kewajiban yang Aku wajibkan kepadanya. Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan yang sunnah-sunnah, sehingga Aku mencintainya [HR. Bukhari]



Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya didalam Surga itu terdapat kamar-kamar atau gedung-gedung yang bagian luarnya dapat dilihat dari bagian dalamnya, dan bagian dalamnya dapat dilihat dari bagian luarnya, Allah SWT telah mempersiapkan buat orang yang gemar memberi makan orang miskin, lembut dalam berbicara, gemar ber-shaum (berpuasa), dan mengerjakan shalat dimalam hari sewaktu manusia sedang tidur [HR. Tirmidzi]



Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a berkata: Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah Saw, lalu berkata: Wahai Rasulullah! Apakah sedekah yang paling utama?. Rasulullah Saw bersabda: Engkau bersedekah ketika engkau masih sehat dan harta tersebut masih disayangi, engkau bimbang menjadi fakir dan bercita-cita untuk menjadi kaya. Jangan kalian tangguhkan hingga roh sampai dipangkal tenggorokan. Dalam keadaan tersebut barulah engkau berkata: Berikanlah kepada Fulan ini dan Fulan itu. Yang sebenarnya itu adalah hak Fulan [HR. Bukhari, Muslim]



Rasulullah Saw bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: Siapa saja yang sibuk karena mengingat-Ku (menyebut-Ku), tentang persoalan-Ku, Aku memberinya (sesuatu) yang lebih utama daripada sesuatu yang Aku berikan kepada pemohon-pemohon lain [HR. Bukhari]



Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki hakekat, dan seseorang hamba masih belum mencapai hakekat iman sebelum ia mengetahui yang menimpa dirinya bukanlah suatu kekeliruan, dan yang meleset darinya bukanlah merupakan hal yang seharusnya menimpa dirinya [HR. Ahmad]



Rasulullah Saw bersabda: Seorang mukmin yang paling utama Islam-nya, ialah terselamatnya orang-orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya [HR. Thabrani]



Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya para Abdal (waliyullah yang selalu beribadah) dari umat-ku tidak akan masuk Surga karena amalnya, tetapi karena Rahmat Allah, karena kedermawanan, kebesaran jiwa, dan belas kasihnya kepada segenap kaum muslimin [HR. Abud Dunya]



Rasulullah Saw bersabda: Allah berfirman: Barangsiapa yang tidak rela terhadap keputusan-Ku dan tidak sabar terhadap cobaan-Ku, supaya mencari Tuhan selain Aku [HR. Thabrani]



Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (*)(yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (*)Bagi mereka berita gembira didalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat [10:Yunus:62~64]



(Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian, (*)dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk, (*)dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhoan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik) [13:Ar Ra’d:20~22]



Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (*)Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (*)(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (*)Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui [03:Al Imran:132~135]



Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia), (*)(yaitu) Surga `Adn yang mengalir sungai-sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan) [20:Thaahaa:75~76]



Jadilah sebagai wali dan kekasih Allah agar mendapatkan kebahagiaan, orang yang paling bahagia adalah orang yang menjadikan puncak dan tujuan utamanya adalah mencintai Allah. `Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya` (05:Al Maaidah:54). Kehormatan Ali bin Abi Thalib r.a merupakan mahkota yang bersemayam diatas kepalanya, seorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan dicintai Allah dan Rasul-Nya. Wali-wali Allah adalah orang yang menunggu azan dengan penuh kerinduan, datang sebelum takbiratul ihram sebagai tanda shalat dimulai, menyesal jika tidak berada di shaff yang pertama, berusaha untuk selama mungkin duduk di masjid, hatinya bersih, banyak berdzikir, menciptakan suasana yang halal, meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat, puas dengan kebutuhan yang diberikan oleh-Nya, memanfaatkan waktu-waktunya untuk menambah ilmu, turut merasakan musibah yang menimpa sesama muslim, meninggalkan masalah-masalah khilafiyah, sabar dalam kesulitan dan optimal dalam melakukan yang ma’ruf. Kebersahajaan dalam hidup adalah hal yang terbaik, tidak dipengaruhi kekayaan yang membuatnya melampaui batas, dan kefakiran tidak membuatnya lupa akan Allah. (`Aidh Al-Qarni)



Seorang wali Allah adalah orang-orang yang telah memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah untuk menggantikan kehendak atau kemauan mereka dengan kehendak atau kemauan-Nya. Sehingga mereka menjadi titik tumpuan segala kebaikan, keberkahan, kebahagiaan dan menjadi cahaya keselamatan dan keamanan bagi hamba Allah lainnya. Tujuan akhir mereka adalah tempat-tempat disisi Allah. (Pustaka)



Kadangkala seorang wali Allah dibukakan pintu keghaiban alam malakul maut karena rahmat Allah kepadanya, tetapi tidak dibukakan pintu untuk mengetahui rahasia sesama manusia, agar dia tidak ikut campur dalam urusan dan kebijaksanaan Allah yang berlaku kepada hamba-hamba Allah lainnya. (Pustaka)



Setiap orang yang menjadi kekasih-Nya, selalu diberi cobaan, seandainya tidak diturunkan cobaan maka setiap orang akan mengaku sebagai wali Allah dibumi dan seorang pendusta mengaku mencintai Allah pada saat diberi nikmat, kemudian akan berpaling dari Allah ketika datang cobaan berupa bencana, maka nyatalah kedustaannya, jadikanlah cita-citamu hanya tertuju pada Tuhan-mu dan apa yang ada pada sisi-Nya, karena akhirat adalah pengganti dunia. (Pustaka)



Menempatkan diri pada tingkat keyakinan yang tinggi bagaikan cahaya matahari bagi bumi disiang hari, menetapkan segala perbuatannya untuk-Nya dengan perbuatan-perbuatan yang luhur, sanggup menghadapi semua cobaan dengan ikhlas dan sabar karena-Nya. Itulah cahaya didalam kegelapan hati, pembuka semua kebutaan, kunci melihat segala yang tidak nyata dan penghapus segala kesulitan. Pembicaraannya mudah dipahami dan menyejukkan hati, diamnya akan menyebabkan rasa aman pada dirinya. Mewajibkan dirinya untuk mengikuti keadilan dan langkah pertamanya adalah mengalahkan hawa nafsu. (Pustaka)



Sejumlah ilmu adalah pintu yang lebih rendah dari ibadah, sejumlah ibadah adalah pintu yang lebih rendah dari wara’, wara’ adalah pintu yang lebih rendah dari zuhud, zuhud adalah pintu yang lebih rendah dari tawakkal. Dan tiga tanda orang tawakkal yaitu tidak meminta, tidak menolak dan tidak menahan. (Pustaka)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar