18 Oktober, 2010

Riset Sains: Mahasiswa Penghafal Al Qur'an lebih Cerdas

SURABAYA--Ada cerita menarik dari Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Drs H Syaifullah Yusuf, tentang secuil hikmah dan manfaat bagi penghafal Alquran. Menurut wagub yang akrab disapa Gus Ipul ini, penghafal Alquran ternyata lebih cerdas dibanding orang lain yang hanya bisa membaca dan tidak hafal. "Ini sudah dibuktikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang," kata Gus Ipul saat memberi sambutan dalam Silaturami Alquran Bayan di Hotel Sahid Surabaya, kemarin.

Selama ini, kata Gus Ipul, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memang menerapkan kebijakan cukup langka. Perguruan tinggi ini memberikan perlakukan istimewa kepada para mahasiswa maupun calon mahasiswa yang hafal Alquran. Para mahasiswa dan calon mahasiswa hafal Alquran ini dibebaskan dari SPP dan biaya pendidikan lainnya aliat gratis kuliah di UIN Malang sampai lulus.

Yang lebih mencengangkan, lanjut Gus Ipul, ternyata setiap tahun semua lulusan terbaik dari seluruh fakultas di kampus itu adalah mahasiswa yang hafal Alquran. "Ini membuktikan bahwa membaca dan menghafal Alquran tidak menghambat belajar, tapi malah menambah kecerdasan mereka," ungkap Gus Ipul.

Bahkan menurut Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Dr Imam Suprayogo, kata Gus Ipul lagi, orang yang hafal Alquran itu kalau meningal jasadnya bisa bertahan utuh selama bertahun-tahun. Kendati belum ada penelitian secara empirik, tapi ada satu peristiwa yang membuktikan hal tersebut.

Dalam acara wisuda mahasiswa sebuah pesantren binaan UIN Malang di Kecamatan Bululawang beberapa waktu lalu, Imam Suprayogo menyatakan saat ada pembangunan jalan di sebuah desa di Bululawang, Kabupaten Malang, terpaksa menggusur area pemakaman. Saat membongkar salah satu makam, pekerja menemukan jasad yang masih utuh baik rambut daging, maupun giginya. Setelah ditelusuri, kata Imam, jasad itu adalah jasad orang yang meninggal sepuluh tahun lalu. "Orang itu ternyata penghafal Alquran," kata Imam.

Untuk itu, Gus Ipul, sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang tinggi atas diterbitkannya Alquran Bayan. Setidak-tidaknya, menurut dia, dengan terobosan dan metode baru cara membaca dan memahami Kitab Allah melalui Alquran Bayan ini, akan membuat orang semakin mudah membaca, dan mengerti isi kandungan Alquran.

Alquran Bayan merupakan mushaf yang sangat mudah untuk memandu siapa saja yang ingin mendalami kandungan Alquran secara komprehensif. Sebab dalam Alquran Bayan ini tidak sekadar ada terjemahan, tapi dilengkapi dengan metoda baru pemahaman Alquran. "Walhasil, Alquran Bayan tidak hanya sekadar untuk dibaca tapi lebih dari itu, yakni mentadaburi," ujar Rektor Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta, Dr KH Ahsin Sakho Muhammad MA, yang tampil sebagai pembahas dalam acara silaturahmi, kemarin.

Kelebihan lain Alquran Bayan, dilengkapi dengan munasabah surah, yang menjelaskan hubungan (korelasi) antar surah, ayat yang satu dengan surah/ayat lainnya. selain itu, juga dilengkapidengan Asbabunnuzul, yang berfungsi untuk memahami dan mengerti sebab-sebab turunnya ayat Alquran. " Dalam Alquran Bayan ini juga dimasukkan hadis-hadisyang berkaitan," papar Ahsin.

Lebih jauh Ahsin memaparkan, Alquran adalah hidayah (petunjuk) Allah kepada manusia yang bertaqwa. Dalam Islam, lanjutnya, ada empat macam hidayah untuk manusia, yakni naluri, pancaindera, akal, dan hidayah agama. "Paling mahal itu hidayah agama. Dan agama adalam sistem yang diciptakan oleh Allah SWT. Maka barang siapa ingin mendapatkan hidayah (petunjuk) Allah, ya bacalah dan pami kandungan kitab Suci Alquran," paparnya.

Karena diciptakan oleh Allah , kata Ahsin, maka Allah SWT menjamin akan memudahkan umatnya yang bertaqwa dan ingin belajar membaca dan memahami Alquran. Tugas setiap orang muslim meyampaikan isi Alquran kepada setiap orang. "Karena Alquran itu berbahasa Arab sehingga tidak mudah untuk dipahami kebanyakan orang, maka perlu ada orang alim dan mengerti bahasa Arab untuk menterjemahkannya dan membuat metode yang mudah pula. Ini yang diwujudkan oleh penerbit Alquran bayan," tutur Ahsin.

Ahsin menambahkan, saat ini Alquran sudah diterjemahkan dalam 50 bahasa yang ada di dunia. Ke depan akan terus diterbitkan dalam 100 lebih bahasa di dunia ini.
taqi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar